Fakta Gunung Everest Tertinggi di Dunia

Fakta Gunung Everest Tertinggi di Dunia – Seperti yang kita ketahui bahwa saat ini sudah semakin banyak berita mengenai fakta-fakta yang menarik dan tentunya unik untuk masuk ke telinga kita. Salah satu fakta menarik di dunia salah satunya adalah gunung tertinggi yang ada di dunia. Gunung Everest merupakan gunung tertinggi di dunia yang menjadi target yang ingin dicapai oleh para pendaki.
Fakta Gunung Everest Tertinggi di Dunia
Masih akan Bertambah Tinggi
Berdiri dengan ketinggian 8.850 meter di atas permukaan laut (29.035 kaki), tidak ada yang bisa menandingi Everest sebagai gunung tertinggi di dunia.
Para ilmuwan memprediksi bahwa Gunung Everest yang telah ada sejak 50–60 juta tahun lalu ini terbentuk oleh kekuatan yang dihasilkan saat lempeng tektonik Eurasia dan India bertabrakan. Bebatuan di sana pun membentuk Gunung Everest.
Sampai sekarang, kekuatan itu masih terus mendorong puncak Everest lebih tinggi sekitar ¼ inci setiap tahunnya. Hal ini berarti Gunung Everest masih akan terus bertambah tinggi setiap tahunnya goneandromeda.
Memiliki 17 Rute Pendakian
Saat mendaki Gunung Everest, kamu bisa memilih 1 dari 17 rute yang ada. Apabila kamu mendaki dari Nepal, maka kamu bisa melalui rute Southeast Ridge yang diciptakan Tenzing Norgay dan Edmund Hillary pada tahun 1953. Jika kamu mendaki dari Tibet, maka kamu bisa melalui rute North Ridge.
Oksigen Tipis
Para ilmuwan menentukan bahwa tubuh manusia tidak mampu bertahan melewati batas saat mencapai ketinggian di atas 19.000 kaki. Saat mendaki lebih tinggi, asupan oksigen akan berkurang dan para pendaki bahkan bisa terkena radang dingin frostbite.
Demi mencegah hal itu, para pendaki sangat disarankan untuk memakai tabung oksigen. Meskipun berat, tetapi hal ini perlu dilakukan demi keselamatan diri masing-masing. Saat mencapai puncak, para pendaki diharapkan tidak membuang sampah tabung oksigen di sembarang tempat.
Perubahan Nama
Para penduduk Tibet sebenarnya menamai Gunung Everest sebagai Chomolungma, yang berarti ibu dewi bumi, ibu alam semesta, atau dewi lembah. Sedangkan pemerintah Nepal menamai gunung ini Sagarmatha, yang diambil bahasa Sansekerta, yang berarti puncak surga.
Pada tahun 1865, seorang peneliti asal Inggris, George Everest bekerja di India pada 1823–1830 sebagai seorang surveyor. Selama berada di sana, ia dan timnya sempat mengukur puncak Himalaya menggunakan busur meridional dari Himalaya ke Cape Comorin. Untuk menghargai jasanya itu, gunung ini akhirnya diberikan nama Everest.
Ritual
Dilansir dari buku The Mountain: My Time on Everest, Ed Viesturs, (2014:53), puncak Gunung Everest dianggap sebagai tempat yang suci.
Oleh karena itu, sebelum mendaki, para pendaki diwajibkan untuk meminta izin dengan melaksanakan upacara Puja di base camp terlebih dahulu.